Pernahkah telapak tangan anda tersetrum ketika memegang gagang pintu? Ternyata karena "hal ini" terjadi pda tubuhmu!
2018-01-27
Sponsored Ad
Pernahkah Anda tersengat listrik saat menyentuh gagang pintu kantor ?
Atau saat menyentuh keyboard juga merasakan sengatan listrik?
Mungkin hal ini pernah membuat Anda penasaran dan bertanya-bertanya di dalam hati:
"Mengapa orang lain tidak merasakan hal yang sama? dan Mengapa hanya saya gitu loh?" Contoh seorang Dokter menirukan gaya orang kesetrum,
Sponsored Ad
Sering merasakan "reaksi statis" jangka panjang menandakan tubuh Anda mengalami hipoksia (gejala dimana tubuh kekurangan Oksigen),
Anda itu mengalami keletihan yang berlebihan!
Sering merasakan "reaksi statis" jangka panjang menandakan tubuh Anda mengalami hipoksia (gejala dimana tubuh kekurangan Oksigen),
Sponsored Ad
Mengapa kita bisa mengalami gejala hipoksia ?
Dokter gigi Zhao Zhe Yi dalam bukunya "Sebuah Sedotan Dapat Menyembuhkan Berbagai Penyakit", menyebutkan kalau tubuh terlalu sering lelah dikarenakan banyak bekerja, maka Anda akan mengalami gejala hipoksia jangka panjang, sehingga di dalam tubuh terakmulasi banyak muatan listrik positif,
Sedikit saja menyetuh benda logam, muatan listrik positif dari tubuh Anda akan mengalir keluar,
Inilah yang penyebab munculnya sengatan listrik elektrostatik.
Tidak hanya itu, orang yang mengalami gejala hipoksia jangka panjang pasti memiliki plak pada gigi,
Elektrostatik menimbulkan efek adsorpsi yang membuat kotoran-kotoran mudah menempel pada gigi dan gusi.
Penyakit periodontal(gusi) kebanyakan disebabkan karena hipoksia gigi(kekurangan oksigen)sehingga bakteri anaerob dapat berkembang biak,
Jika Anda tidak menyelesaikan masalah hipoksia ini, maka sangat sulit untuk memperbaiki yang lain.
Apa hubungan antara hipoksia dan listrik statis? Saat hipoksia mencapai suatu level,
Saat listrik bagian luar Sel dan Sel mitokondria tidak seimbang,
dan apabila terlalu banyak muatan listrik positif dapat juga membuat protein menjadi muatan positif
Sehingga mengakibatkan sel menjadi bersatu atau sel jaringan menempel satu sama lain.
Sel darah merah pada darah juga menempel satu sama lain, jika diliat dari mikroskop,
Seperti halnya di usus besar. Sel darah merah berubah bentuk menjadi cekung,
Bentuk ini bisa menambah area kontak penyerapan oksigen,
Tapi, dikarenakan terlalu banyak muatan listrik positif,
Mengakibatkan sel protein menempel pada sel darah merah,
Maka dari itu mengurangi kemampuan tubuh meredarkan oksigen,
Fenomena ini bisa disebut "efek adsorpsi elektrostatik."
Orang dengan konsentrasi asam biasanya juga mempunyai gejala hipoksia
Teteskan sedikit darah dari jari pasien yang berkonsentrasi asam,
Bila diliat dari bawah mikroskop untuk pengujian, pasti Anda akan menemukan bahwa satu sel darah merah dengan lain saling bersatu menempel.
Dengan kata lain, orang dalam tubuhnya lagi berkonsentrasi asam banyak juga juga mengalami gejala hipoksia.
Lingkungan yang asam menandakan banyak muatan listrik positif atau akumulasi listrik bermuatan positif,
menghasilkan efek adsorpsi elektrostatik, seperti teh yang menghasilkan zat keruh atau suspensi padatan,
Sama dengan halnya darah,
Jika terlalu banyak muatan listrik positif di dalam sel darah merah maka dapat mengakibatkan efek gejala adsorpsi elektrostatik,
Jika diamati lebih dekat lewat mikroskop maka Anda dapat melihat sel darah merah yang lengket.
Saat tersengat reaksi listrik statis ini, apa yang harus saya lakukan?
Dokter Zhao Zhe Yi mengatakan bahwa tindakan pertama yang Anda lakukan yaitu mengusapkan sejenak tangan ke tanah yang ada di perkarangan rumah.
Saat Anda kembali menyentuh barang yang sama,
muatan listrik positif pada tubuh Anda telah dilepaskan ke tanah,
Jadi tidak akan ada lagi gejala kesengat listrik statis.
Jika tubuh Anda sering kesetrum listrik statis,
Sebaiknya sesegera mungkin melakukan pengecekan ke dokter sebelum gejala hipoksia Anda semakin serius
Sumber:Licaibao
Tulisan yang ditampilkan dalam artikel ini dilindungi oleh undang- undang Hak Cipta. Dilarang menyalahgunakan/menggunakan/mencetak seluruh isi atau sebagian, dan memperbanyak tanpa izin tertulis dari pihak Cerpen.co.id

No comments:
Post a Comment