Blogging All Right Now

Konflik Republik Islam Iran dengan AS

ADSENSE HERE!
Hingga saat ini, AS hanya bisa memberlakukan sanksi ekonomi terhadap Iran. Bahkan AS juga mengancam akan memberikan sanksi kepada negara yang menjalin hubungan dagang dengan Iran. Ekspektasi AS adalah Iran seharusnya tertekan karena akan kesulitan dalam melakukan eskpor-impor, yang berujung pada rusaknya ekonomi baik dalam skala makro maupun mikro. Dari situlah, seharusnya muncul ketidakpuasaan pada masyarakat terhadap pemerintah yang diharapkan berujung pada reformasi dan penggulingan pemerintahan yang ada, kurang lebihnya hampir sama dengan reformasi yang menimpa indonesia pada tahun 1998 lalu.
Ketika terjadi krisis, rakyat akan tidak puas. Lalu demonstrasi akan muncul dimana-mana. Ketika itulah AS muncul dan menginstal ‘demokrasi’nya itu.
Ajaibnya, masyarakat Iran bertahan !
C. Rahasia Kekuatan Iran Dalam Embargo
Terdapat beberapa alasan yang membuat mereka bertahan dengan kondisi yang ada:
Pertama: Mental revolusi Islam.
Revolusi Islam terbukti menghidupkan mental perjuangan Islam dalam diri masyarakat Iran. “Haihaat Minna adz-Dzillah” (Tidak untuk Kehinaan) menjadi motto utama untuk tidak tunduk pada kubu arogan. Ketika Jumat tiba, mereka ramaikan khotbah dengan seruan “Marg bar Amrika, Marg bar Israil” (Kematian bagi Amerika dan Israel). Mereka tumbuhkan pada generasi yang akan datang bahwa AS adalahthe Great Satan; siapapun orang/negara yang disukai oleh AS maka dipastikan ada yang tidak beres dengan orang/negara tersebut. Mental revolusi Islam inilah yang membuat Iran tidak menembak pesawat militer yang berisi 38 orang yang terbang di dekat drone yang ditembak jatuh pada 20 juni lalu.
Kedua: Militer yang kuat
Kekhawatiran akan munculnya perang sangat minim dalam benak masyarakat Iran, namun hal itu tidak berarti Iran tanpa persiapan. Drone saja bisa mereka hack. Rudal-rudal juga sudah diarahkan ke setiap pangkalan AS baik di Afgahnistan, Emirates, maupun di negara tetangga yang lain. Iran mampu meredakan perang hanya dalam hitungan hari, terlebih posisi mereka yang defensif. Belum lagi bantuan dari sekutu seperti Iraq, Suriah dan HIzbullah Lebanon. Berperang dengan Iran justru dapat merugikan AS, hal itu lah yang mengurungkan niat mereka untuk menyerang negeri para Mullah ini.
Ketiga: Hubungan Bilateral yang Baik
Iran tetap menjaga hubungannya dengan negara lain, terutama dengan 15 negara tetangganya, seperti, Iraq, Pakistan dan Suriah.
Keempat: Produksi dalam Negeri
Dalam 3 dekade terakhir ini, Iran telah berdikari dan meningkatkan produksi dalam negeri. Hampir 90% obat-obatan yang beredar di dalam negeri adalah karya anak bangsa. Iran mampu memproduksi barang seperti elektronik dan otomotif dengan kualitas yang mumpuni. Bahkan di awal tahun 2019 ini Iran sudah mengirimkan satelit ke luar angkasa.
Sembilan tahun seharusnya menjadi angka yang menampar AS untuk menghentikan embargo bodohnya atas Iran itu. Bangsa Iran sudah memiliki pengalaman hidup dalam embargo selama dekade awal pasca kemenganan Revolusi Islam. Ketika itu tak ada negara Arab yang menjalin hubungan dengan Iran ketika harus menghadapi Saddam selama 8 tahun, bahkan negara Eropa membantu Saddam untuk menggulingkan Revolusi Islam di Iran itu. Semua dilakukan oleh bangsa Iran sendiri!
D. Kondisi Sosial Iran dalam Embargo
Dengan beratnya sanksi yang diberikan oleh Paman Sam, Iran justru semakin menunjukkan taringnya. Secara militer, Iran sudah memiliki tekonologi yang mumpuni yang bisa menghalau setiap serangan yang masuk ke teritorial mereka, seumpama perang terjadi. Rudal-rudal sudah disiapkan dan mengarah langsung ke pangkalan militer AS di negara tetangga, bahkan mampu menjangkau Israel.
Secara keilmuan, Iran telah mengalami perkembangan yang sangat signifikan. Banyak prestasi yang ditorehkan generasi revolusi Islam, baik dalam teknologi nano, simulasi genetik, maupun pengembangan energi dan teknologi luar angkasa.
Komitmen masyarakat Iran semakin tinggi bahkan mereka solid dalam menghadapi sanksi ekonomi AS itu. Ekspor impor terus berjalan meskipun harga menjulang tinggi. Daya beli masyarakat masih tinggi, dan realitnya mobil impor di tahun ini lebih banyak terlihat di jalan-jalan di kota besar, dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya!
Dari sisi keamanan, Iran bahkan dapat dikategorikan sebagai negara yang memiliki tingkat keamanan yang tinggi. Marc Wilmots, pelatih timnas Iran yang menggantikan Carlos Queiroz mengatakan, “Iran dipenuhi dengan bunga, dan bahkan lebih aman dari kota-kota di Eropa.”
March Wilmots menjadi suksesor Carlos Queiroz melatih timnas Iran.
Oliver Stone, sutradara film Snowden (2016), mengatakan, “Saya selalu terpana dengan Iran”. Sean Penn, aktor hollywood produser film mengatakan, “Iran sangat menghormati tamu dan senang sekali menonton film”. Juliette Binoche aktor Prancis mengatakan, “Tradisi Iran adalah tradisi penyambutan yang ramah dan sangat menghormati tamu. Semua ini terjadi ketika masyarakat dunia justru takut satu sama lainnya”.
Perlu diketahui bahwa Iran adalah negara peringkat pertama yang menampung banyak pengungsi, terutama pengungsi dari Afghanistan dan Iraq. Trump dalam sebuah statementnya yang rasis mengatakan bahwa imigran hanya membawa destabilitas keamanan, membawa narkotika, dan membuat kerusuhan. Anggapan Trump terhadap imigran tidak sesuai dengan yang terjadi di Iran yang setiap kotanya dipenuhi dengan keamanan yang baik.
Keyakinan bangsa Iran kepada Pemimpin Revolusi, Ayatullah Khamenei, menjadi kunci keberhasilan negeri para Mullah tersebut untuk menghadapi rintangan dalam negeri itu. Shalat jumat di Universitas Tehran selalu penuh, apalagi ketika pemimpin revolusi berbicara tentang kondisi politik yang sedang berlangsung. Rakyat Iran tumpah ruah ke jalan dalam merayakan kemenangan revolusi. Mereka lah bangsa yang solid yang terus menyuarakan kebebasan Palestina dan turun ke jalan menyuarakan kebebasan Muslim Palestina pada setiap Jumat terakhir di bulan Ramadhan. Solidaritas mereka terhadap Palestina jauh lebih unggul dibandingkan dengan bangsa Arab sendiri.
Dengan mengandalkan produk dalam negeri mereka bertahan. Sudah saatnya AS menghentikan agendanya yang sia-sia tersebut.
Iran patut mendapatkan acungan 2 jempol atas ketangguhannya dalam menghadapi tantangan yang kerap menerjang mereka. Kita tidak perlu malu untuk belajar dari mereka.
Salam perdamaian.
ADSENSE HERE!

No comments:

Post a Comment

loading...

Slider Posts

Labels

Backlink (11) Bisnis Online (7) Blogging Tips (60) DMCA (5) Domain (4) Economy (2) Email (2) Facebook (1) Feed (2) Google Adsense (26) Health (2) Hosting (1) Info (60) Malware (1) News (7) Paypal (2) Political (5) Religious (9) Technology (1) Tools (13) Trik SEO (12)

Blog Archive

Copyright © asdedz. All rights reserved. Template by CB. Theme Framework: Responsive Design
Disclaimer | Privacy Policy | Terms of Service